Senin, 01 Juli 2013

Kualitas Hutan Produksi Ditingkatkan

Kabupaten Jember termasuk salah satu wilayah strategis di Jawa Timur. Dengan kondisi alamnya yang sangat subur, menjadikan berbagai jenis tanaman dapat tumbuh dengan baik di daerah ini. Baik tanaman keras maupun jenis kebun hingga tumbuhan hutan, semuanya dapat tumbuh dengan baik disini Di daerah ini juga dapat dengan mudah ditemukan berbagai jenis tanaman, terutama jenis tanaman keras, seperti kayu jati, mahoni, sengon, dan berbagai jenis tanaman kayu-kayuan lainnya. “Kondisi alamnya memang mendukung, jadi di Jember ini tidak hanya satu jenis tanaman hutan, tapi berbagai jenis, mulai dari sengon, mahoni, pinus, jati, semuanya tumbuh dengan baik di sini. Factor alam memang mendukung, ada beberapa daerah yang hanya bisa ditumbuhi satu jenis saja, tapi kalau di Jember, bisa ditumbuhi berbagai jenis,” ujar , Ir. Nanang Sugiharto M.Si, Administratur Perum Perhutani KPH Jember. Secara umum luas wilayah Kabupaten Jember yang mencapai 329.333,9, 63 hektar, , 36,75% diantaranya adalah kawasan hutan. Itu terbagi atas hutan konservasi 15% dan kawasan hutan perhutani 22%. Kawasan hutan tersebut tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Jember, mulai dari selatan hingga Jember bagian utara. Setiap wilayah terbagi atas 3 kelas perusahaan kayu-kayuan. Daerah Jember selatan dengan kelas perusahaan jati, seluas 28.494,30 hektar, Lereng yang Selatan dengan kelas perusahaan mahoni, seluas 26.633,2 hektar, dan Sempolan dengan kelas perusahaan Pinus, seluas 18.305,3 hektar. Dilihat dari luasan kawasan hutannya yang mencapai 36,75%, tak heran kalau Jember Jember dapat memproduksi kayu-kayuan seperti jati dan dan rimba (non jati). “Hingga periode II atau akhir tahun 2012, produksi kayu-kayuan mencapai 47.294. Itu terbagi dua, jatinya 15.101 dan kayu rimba atau non jati 32.193,” ungkap Nanang. Mengenai upaya menjaga kelestarian hutan, Nanang menjelaskan, pihak Perum Perhutani selalu memantau langsung kondisi hutan tersebut. Itu dilakukan mulai dari hutan yang mudah dijangkau hingga wilayah hutan yang susah dijangkau dengan kendaraan. Sebagaimana juga dikatakan Kaur Humas dan Agraria, Hamzah Lukman, beragamnya kekayaan hutan berupa kayu yang dimiliki Jember, memaksa pihaknya harus ekstra keras dalam melakukan penjagaan dan pengamanan. “Kami selalu memantau keadaannya, karena memang 90% kami di lapangan, jadi missal ada illegal loging, kami bisa segera mengatasinya. Kemudian kita juga memantau, mungkin ada pohon yang sudah masa tebang, kita tebang dan segera menanaminya dengan yang baru,” paparnya. Selain menjaga kelestarian hutan di Jember, Perum Perhutani juga sering melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kelestarian alam dan memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya hutan. Tingkatkan Kelestarian Hutan, Perbanyak Kegiatan Untuk meningkatkan kelestarian hutan, Perum Perhutani KLH Jember, selalu mengadakan banyak kegiatan, mulai dari penanaman, reboisasi, tebangan, persemaian hingga kegiatan pelatihan. Kegiatan pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan hutan, selain juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyaraakat sekitar hutan. Salah satu kegiatan yang dilakukan Perhutani Jember, menurut Hamzah Lukman, lewat pelatihan dan reboisasi dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap arti pentingnya hutan bagi kehidupan. “Kami banyak melakukan kegiatan, mulai dari reboisasi hingga persemaian, selain itu kita juga sering mengadakan pelatihan pada para mandor dan masyarakat sekitar hutan agar juga dapat meningkatkan kesejahteraan,”ujarnya. Perhutani bahkan juga sering mengadakan kerjasama dengan berbagai instansi, baik sipil maupun militer. Seperti yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu, Perhutani bekerjasama dengan TNI untuk melakukan penghijauan. Selain itu juga kerap diadakan kegiatan sosialisasi mengenai kehutanan. Hal itu dilakukan, agar masyarakat khususnya yang tinggal di sekitar hutan, benar-benar paham akan hutan. Seperti pengetahuan akan masa tebangan, luas hutan produktif dalam hutan produksi menurut kelas perusahaan, dan pengetahuan kehutanan yang lainnya. Hamzah mengatakan, hutan produktif pada hutan produksi terbagi per kelas perusahaan, yakni hutan produktif untuk kelas perusahaan jati, seluas 10.943 hektar. Untuk kelas perusahaan mahoni, seluas 7.296 hektar, dan untuk kelas perusahaan pinus, seluas 4.996 hektar. Pihak Perhutani berharap dengan banyaknya kegiatan yang dilakukan, akan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan hutan. IN ENGLISH... The Production Forest Quality Developed Jember District is one of the strategic areas in East Java. With the nature condition that very fertile, make varied type of plant can be well grown in this area. Hard plant, plantation, or even forest plan, all can grow well in here. In this area, we can find many kind of plant, especially the hard plan such as teak, mahogany, sengon, and others. “The nature condition is conducive, so that here not only consist of one kind of forest plant, but many kind, ranging from sengon, mahogany, pines, teak, everything can be well grown in here. The nature is important factor; there are few regions that only can be planted by one kind of plant. But in Jember, many kind of plant can be grown,” said Ir Nanang Sugiharto M.Si, Jember’s KPH Perhutani Administratur. In general, the total area of Jember District is 329.333,963 hectares, and 36,75% of them are forest area. It divided into 15% of conservation forest and 22% of perhutani forest. The forest area is spread in many area of Jember District, from the southern until northern Jember. Every area consists of 3 class of wood company, southern Jember with the teak company class with total area of 28.494,30 hectares, the southern mountainside with the mahogany company class with total area of 26.633,2 hectares, and Sempolan with the Pines company class with the total area of 18.305,3 hectares. From the area that reach 36,75%, no wonder that Jember can produce wood such as teak and non teak. “Until the second period or the end of 2012, the wood production reaches 47.294. It’s divided into teak, 15.101, and non teak, 32.193,” said Nanang. Regarding the effort to preserve the forest, Nanang explain that the Perhutani always monitoring the forest condition directly, ranging from the forest that can be easily reached, until the remote area that difficult to be accessed by vehicle. As been told by the Chief of Public Relation and Agrarian affair, Hamzah Lukman, the varied kind of wood that become the potential of Jember, takes their extra effort in guarding and securing it. “We always monitoring the condition, we spent 90% in the field, so if an illegal logging is occurred, we can overcome it instantly. We also monitor if a tree has enough age to be cut, we cut it immediately and replace it with the new one,” he said. Beside preserving the forest in Jember, Perhutani also conducts many activities to preserve the nature and educate the people about the importance of forest. Develop the Forest Preservation, Increase the number of Activities. To develop the forest preservation, the Jember KLH Perhutani always conducts many activities, ranging from the planting, reforestation, cutting, seedbed, and also training. The activities are also conducted to increase the people awareness about the importance of preserving forest, beside to increase the welfare of the people around the forest area. One of the activities that conducted by Jember’s Perhutani, according to Hamzah Lukman, are training and reforestation in order to increase the people awareness about the importance of forest for their live. “We also conduct many activities, ranging from reforestation until seeding. We also conduct the training for the foremen and people around the forest area so that their welfare can be increased,” he said. Perhutani also cooperated with other institution, whether it’s civilian or even military. For example, an activity that conducted few months ago, Perhutani cooperated with the TNI to conduct reforestation. Other than that, socialization about forestry is also conducted many times. It was conducted so that the people especially who live around the forest, can be fully understand about forest, such as cutting age of the tree, the area of productive forest inside of production forest according to the company class, and other forestry information. Hamzah said that productive forest in the production forest is divided by the company class, which is teak company class with area of 10.943 hectares, for the mahogany company class with the area of 7.296 hectares, and for the pines company class, with total area of 4.996 hectares. The perhutani hopes that the more number of activities conducted, the more people will be aware in the importance of forest preserving.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar